Kenapa Gigi Kuning Padahal Sering Sikat Gigi? Ini Penjelasan Lengkapnya
Banyak orang merasa bingung karena sudah rajin menyikat gigi dua kali sehari, tetapi warna gigi tetap terlihat kuning. Kondisi ini sering membuat seseorang kurang percaya diri saat tersenyum atau berbicara dengan orang lain. Lalu, apakah gigi kuning selalu berarti gigi kotor? Jawabannya tidak selalu demikian.
Lalu kenapa gigi kuning padahal sering sikat gigi, mari kita bahas!
Warna Gigi Alami Tidak Selalu Putih
Hal pertama yang perlu diketahui adalah bahwa warna gigi alami manusia tidak selalu putih bersih seperti yang sering terlihat di iklan pasta gigi. Setiap orang memiliki warna gigi yang berbeda-beda, tergantung pada ketebalan email gigi.
Email adalah lapisan terluar gigi yang berwarna putih transparan. Di bawah email terdapat lapisan dentin yang berwarna kekuningan. Jika email seseorang lebih tipis, warna dentin akan lebih terlihat sehingga gigi tampak lebih kuning meskipun sebenarnya sehat dan bersih.
Kebiasaan Mengonsumsi Minuman Berwarna
Salah satu penyebab paling umum gigi kuning adalah konsumsi minuman yang mengandung pigmen kuat, seperti:
- Kopi
- Teh
- Minuman bersoda
- Minuman energi
- Anggur merah
Pigmen dari minuman tersebut dapat menempel pada permukaan gigi dan membentuk noda yang sulit hilang hanya dengan menyikat gigi biasa.
Merokok dan Menggunakan Vape
Rokok mengandung tar dan nikotin yang dapat menyebabkan perubahan warna gigi menjadi kuning hingga kecokelatan. Bahkan pada sebagian orang, noda akibat rokok bisa menumpuk selama bertahun-tahun dan sulit dibersihkan tanpa bantuan dokter gigi.
Meskipun vape sering dianggap lebih aman dibanding rokok, beberapa penelitian menunjukkan bahwa penggunaan vape juga dapat memengaruhi kesehatan mulut dan mempercepat munculnya noda pada gigi.
Penumpukan Karang Gigi
Rajin menyikat gigi belum tentu mampu membersihkan seluruh permukaan gigi secara maksimal. Sisa plak yang tidak dibersihkan dapat mengeras menjadi karang gigi.
Karang gigi biasanya berwarna kuning atau kecokelatan dan sering muncul di bagian belakang gigi depan bawah. Jika sudah terbentuk, karang gigi tidak bisa dihilangkan dengan sikat gigi biasa dan memerlukan tindakan scaling di dokter gigi.
Faktor Usia
Seiring bertambahnya usia, lapisan email gigi akan mengalami penipisan secara alami. Ketika email menipis, lapisan dentin yang berwarna kuning akan semakin terlihat.
Karena itu, banyak orang dewasa yang merasa warna giginya lebih kuning dibanding saat masih muda meskipun kebiasaan menyikat gigi tetap baik.
Teknik Menyikat Gigi yang Kurang Tepat
Menyikat gigi terlalu cepat atau tidak menjangkau seluruh permukaan gigi juga dapat menyebabkan noda menumpuk. Waktu menyikat gigi yang ideal adalah sekitar dua menit dengan teknik yang benar.
Selain itu, penggunaan benang gigi atau dental floss juga penting untuk membersihkan sela-sela gigi yang tidak dapat dijangkau sikat gigi.
Bagaimana Cara Membuat Gigi Lebih Cerah?
Untuk membantu menjaga warna gigi tetap cerah, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:
- Menyikat gigi secara rutin dua kali sehari.
- Mengurangi konsumsi kopi, teh, dan minuman berwarna.
- Berhenti merokok.
- Melakukan scaling gigi setiap 6–12 bulan.
- Menggunakan pasta gigi yang sesuai.
- Berkonsultasi dengan dokter gigi jika ingin melakukan whitening.
Gigi kuning tidak selalu disebabkan oleh kurang menjaga kebersihan mulut. Faktor alami seperti ketebalan email, usia, konsumsi minuman berwarna, merokok, hingga penumpukan karang gigi dapat membuat warna gigi tampak kuning meskipun seseorang rajin menyikat gigi setiap hari.
Karena itu, jika Anda merasa gigi tetap kuning walaupun sudah rutin menyikat gigi, jangan langsung khawatir. Langkah terbaik adalah memeriksakan kondisi gigi ke dokter gigi untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan perawatan yang sesuai. Senyum sehat tidak selalu harus putih sempurna, tetapi harus bersih dan terawat.



Post Comment